Thursday, May 2, 2013

Periode Arsitektur di Indonesia dalam Sejarah


     Walaupun arsitektur religi, atau bangunan yang dipengaruhi oleh suatu agama atau biasanya diperuntukkan untuk kepentingan keagamaan, telah berkembang di penjuru Indonesia namun yang paling berkembang pesat ada di Jawa. Tradisi panjang pulau ini dari sinkretisme keagamaan meluas hingga bidang arsitektur yang membentuk gaya Jawa yang khas dari Hindu Budha, Islam, dan sebagian dari arsitektur Kristen.
      Sebuah bangunan besar keagamaan yang mempesona (dikenal sebagai candi di Indonesia) di bangun di jawa selama masa kejayaan Kerajaan-kerajaan Hindu- Budha antara abad 8 dan abad 14. Candi-candi Hindu kuno yang masih bertahan di Jawa adalah di dataran tinggi (plato) Dieng. Walau semula berjumlah sekitar 400 candi hanya 8 yang tersisa hingga sekarang. Candi di Dieng relative kecil dan tak terlalu banyak relief, tapi arsitekturnya dibangun perbagian dan 100 tahun kemudian Kerajaan Mataram Hindu yang kedua membangun Komplek candi Prambanan dekat Yogyakarta. Yang merupakan arsitektur Hindu terbesar dan terindah di Jawa. Menurut Badan Warisan Budaya Dunia atau World Heritage mengemukakan bahwa Monumen atau candi Borobudur dibangun oleh dinasti Sailendra antara 750M dan 850M, tetapi terbengkalai untuk sementara waktu di karenakan menurunnya agama budha dan pergantian kekuasaan di Jawa Timur. Monumen ini terdiri dari banyak ukiran dan relief yang menceritakan yang saling berkaitan hingga ke tingkat paling atas, yang merupakan penggambaran dari pencapaian pencerahan. Dengan runtuhnya kerajaan Mataram Jawa timur menjadi  lebih focus pada arsitektur keagamaan dengan pengaruh Siwa , Budha dan pengaruh Jawa, suatu penyatuan yang memberi cirikhas unik dari agama di seluruh Jawa.

Masjid Agung Yogyakarta menunjukan pengaruh jawa hindu dari atap meru bertingkat.

 

    Walaupun bata telah digunakan untuk beberapa bangunan di era klasik Indonesia, namun Majapahitlah yang ahli dibidang ini. Menggunakan mortar dari vine sap dan gula kelapa.
Candi-candi di Majapahit punya bentuk geometris yang kuat dengan lebih kearah vertical melalui penggunaan beberapa garis horizontal yang sering dengan nuansa yang lebih art deco dari alur garis dan proporsi. Pengaruh Majapahit bisa dililhat sekarang di banyak bangunan candi Hindu dari berbagai ukuran yang menyebar hingga Bali. Candi-candi yang terkenal dapat di temui ditiap desa dan pura, bahkan tempat pemujaan kecil di setiap rumah. Walau mereka punya elemen yang biasa dalam gaya hindu umumnya, yang merupakan gaya yang unik bali dan pengaruh dari masa Majapahit
       Setelah abad ke 15, Islam menjadi agama dominan di Jawa dan Sumatera, yang merupakan pulau dengan populasi terbanyak di Indonesia. Sama seperti Hindu dan Budha sebelumnya, agama yang baru dan pengaruh luar yang menyertainya, yang diserap dan digunakan pada masjid yan memperlihatkan keunikan ini. Pada saatnya, masjid-masjid di Jawa mengambil gaya Hindu, Budha dan bahkan pengaruh arsitektur Cina. Kurangnya untuk contoh kubah yang menjadi cirikhas masjid baru muncul hingga abad 19, tapi mempunyai kayu yang tinggi dan, atap bertingkat yang sama seperti pagoda dan candi Hindu Budha masih biasa hingga sekarang.Sesjumlah bangunan masjid yang masih ada terutama di pantai utara jawa. Disini termasuk Masjid agung Demak dibangun tahun 1474 dan Masjid Menara Kudus (1549) yang minaretnya masih serupa dengan menara pandang di candi hindu kuno. Masjid di jawa member pengaruh pada gaya masjid di pulau lainnya seperti Kalimantan, Sumatera, Maluku dan juga Malaysia Brunei dan Philipina Selatan, masjid Sultan Suriansyah di Banjarmasin dan Masjid kampong Hulu di Malaka adalah contoh adanya pengaruh gaya masjid jawa.
      Diabad 19, kesultanan di kepulauan Indonesia mulai mengadopsi dan menyerap pengaruh luar dari arsitektur islam, misal gaya jawa yang telah dikenal. Gaya indo- islam dan moor mulai menarik bagi kesultanan Aceh dan Deli, seperti pada Masjid Agung Banda Aceh Baiturrahmad dibangun 1881 dan  masjid Agung Medan dibangun pada 1906. Selama puluhan tahun sejak Indonesia merdeka sebagian besar masjid-masjid dibangun dengan gaya islam global atau umum. Yang merupakan cerminan dari tren di Indonesia dengan praktek islam ortodoknya.

No comments:

Post a Comment